Jumat, 27 April 2012

#JESUSROCKLIVE VIDEO

Praise be to GOD!

Konser perdana kami kemarin dikunjungi 1800 orang lebih, semua tiket SOLD OUT! Dan yang terutama, banyak respon positif yang kami terima dari timeline @DisciplesRAP bahwa banyak yang diberkati dan terinspirasi oleh message dan performance yang kami bawakan.

 Berikut ada beberapa video rekaman audience yang menonton konser kami. Sebelum liputan official buatan kami selesai, lumayan bisa memberi gambaran seperti apa konser kemarin, dan bisa mengobati rindu yang masih kangen dengan atmosfir tanggal 25 malam kemarin (kami juga masih terbayang-bayang hehe)

 



 
   

Nantikan video official liputan #JESUSROCKLIVE God bless.

Rabu, 01 Februari 2012

FREE DOWNLOAD SPOKEN WORD MAZMUR 23

Kami mencoba membuat karya yang berbeda.
Membaca ayat alkitab layaknya puisi, di atas beat hiphop. Untuk percobaan perdana, kami mulai dari MAZMUR 23


23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Untuk download, silahkan klik DI SINI

VISI dan MISI kami.

Tak terasa 2012 sudah berjalan satu bulan. Februari sudah kita masuki, dan bulan kedua ini memiliki makna yang spesial bagi kami. Enam tahun yang lalu eksistensi kami sebagai DISCIPLES mulai muncul ke permukaan. Masih segar di ingatan kami saat mendapatkan kehormatan untuk perform di panggung di luar Tennis Indoor Senayan saat band rohani dari Inggris, DELIRIOUS datang untuk konser mereka di Jakarta.

Enam tahun. Dua album. Dua kali vakum.

Tanpa bermaksud memegahkan diri sendiri, kami sadar kalau Tuhan sudah memberkati kami dengan banyak sekali talenta untuk memuji dan memuliakan nama-Nya. Tidak sedikit pengalaman yang kami lalui untuk melayani di Indonesia, dari gereja ke gereja, propinsi ke propinsi.
Tapi sepanjang enam tahun berjalan, dua kali kami vakum karena ketidak jelasan antar kami sendiri. Sepanjang perjalanan DISCIPLES kami belum menemukan VISI dan MISI yang menjadi dasar dari karya dan pelayanan kami. Tanpa kedua hal tersebut, sangat sulit untuk mempertahankan komitmen dan arah yang jelas kemana kami akan bergerak.

Di awal Februari ini, kami sepakat untuk berbicara dan berdiskusi mengenai konsep VISI dan MISI kami secara jelas. Hasil yang kami dapatkan adalah sebagai berikut:

VISI:
Menanamkan konsep kekristenan sebagai gaya hidup bagi anak muda yang mencintai Tuhan dan memililki hati yang menyembah dalam roh dan kebenaran.


Disciples memiliki visi untuk menanam konsep di dalam hati anak-anak muda untuk menjalani kekristenan dan teladan Kristus sebagai gaya hidup. We want our legacy is to have a generation of young people that live christianity as a lifestyle. Nilai-nilai kekristenan berlaku dalam gaya hidup mereka, agar bisa menjadi berkat dan menunjukkan kebenaran bagi dunia di sekitar mereka. Kekristenan yang tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi diwujudkan dalam hidup sehari-hari di luar lingkup gereja.

MISI:
Mengimpartasi nilai-nilai Kerajaan Tuhan dan memberi inspirasi kekristenan sebagai gaya hidup lewat medium seni khususnya musik hip-hop, terhadap anak-anak muda.

Lewat seni, karya lagu hip-hop, video, performance dan berbagai jenis medium seni yang ada, kami ingin supaya anak-anak muda bisa terinspirasi konsep christianity as a lifestyle. Kami bertekad untuk mengemas karya kami dengan nilai-nilai Kerajaan Tuhan yang memperkuat dan memberi semangat bagi anak muda untuk selalu menjadikan gaya hidup Kristus sebagai teladan.

Kami tahu bahwa ini jauh dari sempurna. Tapi kami yakin bahwa Tuhan yang akan selalu memberi kami kekuatan, hikmat dan kebijaksanaan untuk melaksanakan visi dan misi ini.

I GOT THE POWER - JESUS MAKE ME STRONG.

Jumat, 20 Januari 2012

Background

Kita hidup di jaman di mana 'diakui' dan 'eksistensi' punya makna yang besar dalam pergaulan. Di era social media seperti sekarang, status kerap kali terasa bagai ditentukan dari besarnya jumlah orang yang menjadi pendengar, teman/pengikut kita. Tidak heran banyak orang yang berusaha memiliki lebih banyak teman di facebook, atau lebih banyak followers di twitter.

We all are looking for more attention. We wanted to be heard, known and recognize. Kalau ada hal yang bisa menjadi bukti bahwa kita sebagai seorang individu mempunyai nilai lebih, seperti iklan sebuah produk, kita akan berusaha sebisa mungkin supaya lebih banyak yang tahu, contohnya mengRT sebuah tweet yang berbicara soal hal baik tentang kita.

It's very human, we are a relationship being. The human state of being is to live with other people. And to have a life with other people, acceptance is important. And when acceptance is important, the way people see us is important. And when how people see us is important, being in the spotlight is IMPORTANT. That's why so many people wanted to be a star. That's why I pursue and polish my talents so that people would like to listen to the music that I made.

It's not a bad thing actually. To be in the position where we tend to have more acceptance from other people. Tidak ada salahnya ingin diakui, diterima dan disukai oleh banyak orang, because when we become a person with influence, it means we have the power to add value to others. We can change lives. We can inspire good things to help others succeed in life.

But as christians, as the non-perfect newborn human, the spotlight can be a dangerous place. Untuk bangga pada diri sendiri tidak ada salahnya, tapi di saat ego dan mementingkan diri sendiri mulai mengambil alih, pengaruh kita terhadap orang lain juga jadi tercemar. This is why we as christians, need to understand the concept of being in the background.

As we step into the spotlight, as we enter the stage, as we walk into acceptance of others, we need to have the background mentality. A background in a stage can be a decoration, a background singer, or background dancers. We are in the stage, we add value to the performance, but we know SOMEONE ELSE is the main interest. We need to understand that NO MATTER how big our achievement in other's acceptance, we should never get in the way of GOD TO SHINE.

This is why John the Baptist said, regarding Jesus, “He must become greater; I must become less” (John 3:30). John recognized that for Jesus’ interests to shine, John’s own self-interest must decrease.

So we need to become the background, so that God can take the lead. Supaya sinarNYA will shine more brightly into the world, and so the world will not be able to ignore it! Karena di saat kita lupa akan posisi kita, our human flesh could take control, and we could distract those who sees us from knowing about GOD, about the TRUTH.

Let's be the background. Once we get into the spotlight, let JESUS be the center of our performance. Kilau ku hanya pantulan sinar-MU BAPA :)

Kamis, 05 Januari 2012

JESUS ROCK LIVE

Enjoy the live performance of JESUS ROCK :)

DISCIPLES - JESUS ROCK | NEW ALBUM 2012

Tak terasa sudah 3 tahun blog ini BELUM DIUPDATE hehehe...

Tapi kini kami kembali membentuk komitmen baru dalam Disciples dan bekerja sama dengan Insight Unlimited untuk merelease album baru berjudul JESUS ROCK.

Ada sedikit trailer preview di bawah, semoga bisa dinikmati dan jadi berkat :)

Kamis, 05 Februari 2009

Disciples natal Pasar Senen

Ini adalah video kami pelayanan di Gereja di tengah2 pasar inpres senen.
What a humbling experience. Di tempat di mana kecoa dan tikus mondar-mandir ini, TUHAN HADIR.
Mengingat gue berjemaat di gereja yg diberkati dengan soundsystem luar biasa, air conditioned hall dan tempat yang bagus, this breaks my heart. Kuatkah saya berjemaat di tempat seperti ini?

Salut buat para jemaat yang sekaligus pedagang di SENEN. Di tengah persaingan pasar tradisional dengan MALL2 yang bertebaran di sana-sini ada persekutuan/gereja seperti ini. Mau nangis tau gak rasanya pelayanan di sini.

Masih jauh banget apa yang bisa kami buat video